11 Contoh Latar Belakang Proposal, Laporan, Skripsi, Makalah oleh - tatasuryablog.xyz

Halo sahabat selamat datang di website tatasuryablog.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 11 Contoh Latar Belakang Proposal, Laporan, Skripsi, Makalah oleh - tatasuryablog.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Contoh latar belakang proposal ini terdiri dari latar belakang pada proposal, laporan, skripsi, serta makalah. Disajikan dengan tata cara pembuatannya dan penjelasan secara lengkap.


Pada umumnya, sebuah karya ilmiah memiliki struktur penulisan yang berbeda dengan karya tulis lain. Salah satu bagian yang membedakan adalah latar belakang.

Bagian latar belakang merupakan kumpulan dari beberapa bahasan yang menceritakan tentang apa yang melandasi penulis untuk menulis karya tersebut.

Selain itu, latar belakang juga sering dicantumkan dalam dokumen penting misalnya proposal kegiatan. Oleh karena itu, kita akan membahas bagaimana cara menulis latar belakang dengan baik dan benar.

Contoh latar belakang proposal
Contoh latar belakang proposal

Pengertian Latar Belakang

“Latar belakang merupakan suatu hal yang mendasari apa yang akan disampaikan oleh penulis dalam sebuah karya.”

Pada umumnya latar belakang ditempatkan di bagian awal sebuah karya ilmiah. Hal ini dimaksudkan agar pembaca dapat memahami terlebih dahulu gambaran awal mengenai maksud dan tujuan penulis.

Isi Latar Belakang

Latar belakang biasanya diawali masalah-masalah yang ada di lingkungan sehingga pada bagian penutup, penulis akan menjelaskan solusi mengenai masalah-masalah tersebut.

Secara garis besar, latar belakang memuat tiga hal berikut:

  1. Kondisi faktual, dimana penulis menceritakan keadaan yang menjadi masalah dan harus diatasi.
  2. Kondisi ideal, atau kondisi yang diinginkan oleh penulis.
  3. Solusi, dalam bentuk pemaparan penyelesaian masalah secara singkat menurut penulis.

Tips Membuat Latar Belakang

Contoh latar belakang proposal

Setelah membaca penjelasan di atas tentunya kita dapat membuat latar belakang sebuah karya tulis. Berikut adalah tips untuk memudahkan dalam membuat latar belakang:

1. Observasi Masalah

Dalam membuat latar belakang hendaknya kita melihat sekeliling kita dan menemukan apa saja keresahan-keresahan yang ada di dalam topik karya tulis tersebut.

2. Identifikasi Masalah

Setelah menemukan masalah yang ada, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi masalah. Maksud dari identifikasi adalah mengenal dengan jelas masalah yang dihadapi mulai dari individu atau kelompok yang terdampak, daerah atau bahkan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan masalah tersebut.

3. Analisis Masalah

Langkah selanjutnya setelah menelusuri lebih lanjut mengenai masalah tersebut yaitu menganalisis masalah. Masalah yang sudah diketahui asal usulnya kemudian dikaji lebih dalam untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

4. Menyimpulkan Solusi

Setelah menganalisis masalah yang sudah ada haruslah ditarik kesimpulan mengenai cara untuk mengatasi masalah tersebut. Solusi kemudian dijabarkan secara singkat beserta hasil yang diharapkan dalam menerapkan solusi tersebut.

Contoh Latar Belakang Proposal

Contoh latar belakang proposal 1

1. Latar Belakang

Spirulina sp. merupakan mikroalga yang menyebar secara luas, dapat ditemukan di berbagai tipe lingkungan, baik di perairan payau, laut dan tawar (Ciferri, 1983). Budidaya spirullina dewasa ini ditujukan untuk berbagai manfaat antara lain sebagai pengobatan anemia karena spirulina mengandung provitamin A tinggi, sumber ß-karoten yang kaya vitamin B12. Spirulina sp. juga mengandung kalium, protein dengan kandungan Gamma Linolenic Acid (GLA) yang tinggi (Tokusoglu dan Uunal, 2006) serta vitamin B1, B2, B12 dan C (Brown et al., 1997), sehingga sangat baik apabila dijadikan pakan ataupun bahan untuk makanan dan obat-obatan serta spirulinajuga dapat digunakan sebagai bahan kosmetik.

Produktivitas sel Spirulina sp. dipengaruhi oleh delapan komponen besar faktor media, antara lain adalah intensitas cahaya, temperatur, ukuran inokulasi, muatan padatan terlarut, salinitas, ketersediaan makro dan mikronutrien (C, N, P, K, S, Mg, Na, Cl, Ca, dan Fe, Zn, Cu, Ni, Co, dan W) (Sanchez et al., 2008).

Mikronutrien sangat diperlukan dalam pertumbuhan Spirulina sp. diantaranya adalah unsur Fe, Cu dan Zn. Unsur Fe diperlukan tumbuhan untuk pembentukan klorofil, komponen enzim sitokrom, peroksidase, dan katalase apabila spirulina sp. kekurangan unsur Fe maka akan mengalami klorosis (kekurangan klorofil). Unsur Zn diperlukan untuk sintesis triptofan, aktivator enzim, dan mengatur pembentukan kloroplas dan amilum apabila spirulina sp. kekurangan unsur Zn maka akan terjadi klorosis serta warna spirulina menjadi pucat.

Untuk pembentukan ion Fe dan Zn sendiri dapat diperoleh dengan cara elektrolisis air. Elektrolisis air adalah peristiwa penguraian senyawa air (H2O) menjadi gas oksigen (O2) dan gas hidrogen (H2) dengan menggunakan arus listrik yang melalui air tersebut (Achmad, 1992). Gas H2 sangat pontensial digunakan sebagai sumber energi karena sifatnya yang ramah lingkungan (Bari dan Esmaeil, 2010). Dengan elektroda Fe dan Zn maka diperoleh ion Fe2+ dan Zn2+.

Contoh latar belakang proposal 2

1.1. Latar Belakang

Teknologi nanomaterial berkembang pada abad ke-19 bahkan sampai sekarang teknologi tersebut masih berkembang dengan pesat (Nurhasanah 2012). Teknologi ini memanfaatkan materi berukuran nanometer atau satu-per-milyar meter (0,000000001)m untuk meningkatkan performa suatu alat maupun sistem (Y Xia, 2003). Pada skala nano akan terdapat fenomena-fenomena kuantum yang unik seperti logam platina yang dikenal sebagai material inert berubah menjadi material katalitik pada skala nano serta material stabil, seperti aluminium, menjadi mudah terbakar, bahan-bahan isolator berubah menjadi konduktor pada skala nano (Karna, 2010).

Senyawa tungsten oksida pada skala nano akan memiliki sifat unik yang dapat dimanfaatkan sebagai fotokatalis, semikonduktor dan sel surya (Asim, 2009). Tungsten oksida memiliki band gap energy yang relatif rendah antara 2,7-2,8 eV (Morales dkk, 2008). Hal tersebut membuat tungsten oksida peka terhadap spektrum cahaya tampak serta memiliki fotoabsorpsi yang cukup bagus pada spektrum cahaya tampak (Purwanto dkk, 2010).

Senyawa tungsten oksida dapat disintesis dengan menggunakan beberapa metode antara lain sol-gel, flame assisted spray drying dan flame assisted spray pyrolysis (Takao, 2002). Metode flame assisted spray pyrolysis merupakan metode yang paling sering digunakan. Selain biaya yang murah, homogenitas nanopartikel cukup baik serta dapat digunakan pada produksi dengan jumlah besar(Thomas, 2010). Metode ini menggunakan proses aerosol dimana partikel akan tersuspensi di dalam gas sehingga partikel yang terbentuk sangatlah kecil (Strobel, 2007).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Purwanto dkk. 2015 menunjukkan bahwa hasil tungsten oksida yang terbentuk oleh 0,02 M ammonium paratungstate pada pelarut etanol 33% sebanyak 500mL membentuk partikel tungsten oksida dengan ukuran rata-rata 10 mikrometer. Namun tidak tercantum data partikel tungsten oksida yang terbentuk pada konsentrasi ammonium paratungstate lain sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hasil tungsten oksida yang terbentuk dari beberapa variasi konsentrasi pada sintesis nanopartikel tungsten oksida menggunakan flame assisted spray pyrolysis.

Contoh 3

Latar Belakang

Pada saluran transmisi, khususnya transmisi sinyal frekuensi radio atau radio frequency (RF), koefisien refleksi merupakan salah satu parameter yang mendasar[1] . Koefisien refleksi selalu disertakan dalam pengukuran besaran gelombang elektromagnetik, seperti RF power, atenuasi dan efisiensi antena. Pengukuran koefisien refleksi merupakan proses yang signifikan bagi industri konektor dan kabel RF untuk menentukan kualitasnya.

Sinyal RF yang dihasilkan oleh sumber signal generator dikirimkan ke perangkat penerima (receiver). Sinyal RF tersebut diserap dengan baik oleh penerima jika terdapat matching impedance antara saluran transmisi dan penerima. Sebaliknya jika saluran transmisi dan penerima tidak memiliki matching impedance yang sempurna, maka sebagian sinyal akan dipantulkan kembali ke sumber. Pada umumnya ditemukan sinyal RF yang dipantulkan. Besarnya sinyal yang dipantulkan tersebut dinyatakan dalam koefisien refleksi. Semakin besar nilai koefisien refleksi maka sinyal yang dipantulkan akan semakin besar. Pemantulan sinyal yang besar dapat menyebabkan kerusakan bagi sumber sinyal RF, seperti signal generator.

Efisiensi dalam proses transmisi sinyal RF, khususnya pada industri telekomunikasi sangat diperlukan untuk meminimalisasi biaya operasional dalam jangka panjang. Hal tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan mencegah sinyal loss atau sinyal yang dipantulkan kembali ke sumber. Jika sinyal yang dipantulkan sangat besar maka dapat menyebabkan kerusakan pada sumber sinyal. Salah satu langkah pencegahan sebelum terjadi kerusakan adalah pengukuran koefisien refleksi suatu alat untuk mengetahui seberapa besar sinyal yang akan dipantulkan kembali ke sumber. Dengan demikian diperlukan pengujian terhadap perangkat telekomunikasi untuk memastikan kualitasnya. Pengujian tersebut dapat dilakukan melalui pengukuran koefisien refleksi pada perangkat transmitter dan receiver, seperti power sensor. Perangkat dengan koefisien refleksi yang kecil akan menghasilkan proses transmisi yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, Puslit Metrologi LIPI sebagai National Metrology Institute (NMI) membangun sistem pengukuran koefisien refleksi pada perangkat-perangkat sinyal RF. Pengukuran koefisien refleksi dilakukan pada rentang frekuensi dari 10 MHz sampai dengan 3 GHz sesuai dengan tujuan diatas. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat memberikan pelayanan terhadap pengukuran koefisien refleksi bagi stakeholder yang bersangkutan.

Contoh latar belakang proposal 4

Latar Belakang

Sistem Distribusi tenaga listrik merupakan sistem yang luas yang menghubungkan satu titik ke titik lain sehingga sangat peka terhadap adanya gangguan yang biasanya disebabkan karena hubung singkat dan gangguan tanah. Gangguan-gangguan tersebut dapat berakibat penurunan tegangan yang cukup besar, penurunan stabilitas sistem, membahayakan jiwa orang serta dapat merusak peralatan elektronik. Maka diperlukan suatu sistem pembumian pada peralatan.

Dalam sistem pembumian, semakin kecil nilai resistansi pembumian maka kemampuan mengalirkan arus ke tanah semakin besar sehingga arus gangguan tidak mengalir dan merusak peralatan, ini berarti semakin baik sistem pembumian tersebut. Pembumian ideal memiliki nilai resitansi hingga mendekati nol.

Lokasi dimana resistivitas tanah cukup tinggi, dengan kondisi tanah yang berbatu dan padas itu bisa menjadi tidak mungkin untuk melakukan suatu perbaikan penurunan impedansi sistem pembumian dengan pembumian batang vertikal, Solusi yang mungkin dilakukan adalah dengan memberikan perlakuan khusus untuk memperbaiki nilai resistansi pembumian. Dalam skripsi ini akan dilakukan treatment tanah menggunakan arang tempurung kelapa dengan tujuan agar didapatkan nilai resistivitas tanah yang paling kecil, karena secara umum resistivitas arang lebih rendah dari resistivitas tanah.

Contoh latar belakang proposal 5

Latar Belakang

Penggunaan minyak pelumas / oli mempengaruhi kinerja mesin karena oli berfungsi sebagai peredam gesekan antar komponen mesin yang dapat mengakibatkan keausan pada mesin. Viskositas merupakan sifat fisis oli yang menunjukkan kecepatan bergerak atau daya tolak pelumas untuk mengalir [1]. Oli memiliki molekul yang bersifat non polar [2]. Molekul non polar yang dikenai medan listrik luar akan mengakibatkan sebagian muatan terinduksi dan menghasilkan momen dipol yang besar dan arahnya sebanding dengan medan listrik luar [3].

Sifat listrik pada setiap bahan memiliki nilai yang khas dan besarnya ditentukan oleh kondisi internal dari bahan tersebut, seperti komposisi bahan, kandungan air, ikatan molekul dan kondisi internal lainnya [4]. Pengukuran sifat listrik dapat dimanfaatkan untuk mengetahui suatu keadaan dan kondisi bahan, menentukan kualitas bahan, proses pengeringan, dan pengukuran kadar air secara non destruktif [5].

Studi pengukuran sifat listrik pada minyak telah dilakukan oleh Putra (2013) [6] yaitu melakukan pengukuran kapasitansi dengan menggunakan plat kapasitor sejajar dalam membuat sensor kualitas pada minyak. Oleh karenanya maka dilakukan pengukuran kapasitansi dan konstanta dielektrik dengan menggunakan metode dielektrik atau plat sejajar pada frekuensi rendah dan perubahan viskositas. Pengukuran ini diharapkan dapat digunakan sebagai studi awal dalam pengukuran viskositas dengan menggunakan metode dielektrik.

Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui penggunaan metode dielektrik pada pengukuran nilai kapasitansi dan konstanta dielektrik oli serta mengukur nilai kapasitansi dan konstanta dielektrik oli pada perubahan frekuensi dan perubahan viskositas.

Contoh latar belakang proposal 6

Latar Belakang

Superkonduktor adalah suatu bahan yang dapat mengalirkan arus listrik secara sempurna dalam jumlah besar tanpa mengalami hambatan, sehingga bahan superkonduktor dapat dibentuk kawat yang digunakan untuk membuat medan magnet yang besar tanpa mengalami efek pemanasan.

Medan magnet yang besar dapat digunakan untuk mengangkat beban yang berat melalui kesamaan kutub-kutub magnet, sehingga dapat digunakan untuk membuat kereta api yang melayang (levitasi) tanpa mengunakan roda. Tanpa gesekan roda maka kereta api sebagai alat transportasi yang dapat bergerak dengan cepat dan sedikit memerlukan energi.Ada korelasi antara medan magnet yang kuat dengan suhu kritis (Tc) tinggi bahan superkonduktor, di mana dengan suhu kritis tinggi maka akan memudahkan membuat medan 2 magnet yang kuat.

Pembentukan struktur superkonduktor yang berdasarkan Planar Weight Disparity (PWD) dapat meningkatkan suhu kritis suatu bahan superkonduktor (Eck, J.S., 2005). Manfaat bahan superkonduktor lainya yaitu sebagai media penyimpanan data, penstabil tegangan, komputer cepat, penghemat energi, penghasil medan magnet tinggi pada reaktor nuklir fusi, dan sensor medan magnet super sensitif SQUID.

Sistem superkonduktor Tc tinggi pada umumnya merupakan senyawa multi komponen yang memiliki sejumlah fase struktur yang berbeda dan struktur kristal yang rumit. Sistem Pb2Ba2Ca2Cu3O9 juga merupakan senyawa oksida keramik yang mempunyai struktur berlapis-lapis dengan ciri khas sisipan lapisan CuO2.Ada korelasi antara struktur superkonduktor dengan suhu kritis (Frello, T., 2000), sehingga pembentukan struktur berdasarkan Planar Weight Disparity (PWD)dimaksudkan untuk meningkatkan suhu kritis superkonduktor (Barrera, E.W et.al., 2006).Sebagai senyawa multi komponen sistem Pb2Ba2Ca2Cu3O9 memerlukan beberapa komponen-komponen penyusun sebagai bahan pembentuk lapisan-lapisan struktur yang kompleks.

Contoh 7

Latar Belakang

Salah satu cara untuk terapi kanker adalah dengan menggunakan radiasi. Perangkat radioterapi eksternal menggunakan Cobalt-60 (Co-60) berfungsi untuk terapi kanker dengan cara memberikan radiasi gamma (γ) dari Co-60. Radiasi gamma diarahkan pada bagian tubuh sehingga dapat membunuh sel kanker namun sedikit mungkin mengenai sel tubuh yang sehat[1] . Dalam makalah ini rancangan yang akan dibuat adalah tebal dinding bahan dari beton ruangan pesawat radioterapi, menggunakan sumber isotop Co-60 dengan aktivitas 8.000 Ci dan direncanakan ditempatkan disuatu ruangan di lokasi Rumah Sakit. Sumber isotop Co-60 berada pada Gantry yang terlindungi dengan perisai radiasi dan dapat diatur penyudutannya dari 00 sampai 3600 [1] , sehingga sel kanker dapat diradiasi dari berbagai arah dengan tepat. Untuk memenuhi aspek keselamatan pada saat penyinaran, ruangan dimana pesawat radioterapi berada harus memenuhi ketentuan keselamatan yang berlaku, dimana dinding pembatas berfungsi sebagai perisai radiasi. Dinding direncanakan terbuat dari bahan beton.

Sesuai dengan ketentuan keselamatan radiasi yaitu SK. BAPETEN No 7 th 2009 tentang Keselamatan radiasi dalam penggunaan peralatan radiografi industri disebutkan bahwa : â€" Perisai dinding ruangan yang berhubungan dengan anggota masyarakat , Nilai Batas Dosis tidak boleh melampaui 5 mSv per tahun. â€" Perisai dinding ruangan yang berhubungan dengan pekerja radiasi , Nilai Batas Dosis tidak boleh melampaui 50 mSv per tahun.[2] Karakteristik dinding pembatas ruangan harus menyesuaikan dengan pemakaian ruangan yang berbatasan dengan ruangan radioterapi. Ketebalan dinding beton bisa diperkirakan dengan menghitung beban kerja perminggu, jarak sumber kedinding dan Nilai Batas Dosis (NBD) yang diizinkan . Dari hasil perhitungan diharapkan tebal dinding sudah memenuhi ketentuan keselamatan.

Contoh 8

Latar Belakang

Pada saat ini perhatian masyarakat terhadap pemantauan kesehatan sangat tinggi, terbukti dengan semakin banyaknya alat-alat pantau kesehatan yang ada. Sehingga tuntutan untuk membuat alat-alat yang dapat dipakai pada tubuh manusia atau yang bersifat wearable device sangat dibutuhkan. Untuk membuat device tersebut dibutuhkanlah bahan-bahan yang dapat melekat pada tubuh manusia dan dapat berhubungan langsung dengan konsep telemedicine atau biomedis. Pada konsep tersebut bahan yang bisa diterapkan adalah bahan kain. Namun untuk menentukan apakah bahan tersebut memungkinkan untuk dijadikan wearable device, kita harus mengetahui karakteristik bahan kain tersebut terlebih dahulu. Karakteristik bahan sangat erat kaitannya dengan nilai permitivitas, karena nilai permitivitas menjadi nilai yang penting dalam menentukan karakteristik suatu bahan. Sehingga pada tugas akhir ini dilakukanlah pengukuran nilai permitivitas pada bahan-bahan kain.

Pada Tugas Akhir ini telah diuji berbagai macam jenis bahan kain untuk dihitung nilai permitivitasnya yaitu berupa bahan kain aramid, katun dan polyster selain itu digunakan bahan substrat Fr-4 sebagai bahan analisis dengan menggunakan metode mikrostrip berbasis saluran transmisi. Metode ini menggunakan 3 obstacle dan set S-parameter dua port yang dapat meminimisasi kesalahan atau error dikarenakan celah udara antara saluran mikrostrip pada sampel dan ketidakcocokan impedansi yang biasanya menjadi permasalahan pada saluran transmisi.

Permitivitas dielektrik adalah ukuran dari hambatan dalam membentuk medan listrik melalui suatu media. Pada dimensi dan jarak obstacle tertentu akan didapatkan nilai parameter-S(return loss) terendah dan dari nilai tersebut penulis dapat menentukan nilai permitivitas bahan. Untuk mendapatkan nilai permitivitas dielektrik dapat dihitung dari nilai parameter-S yang didapatkan dari simulasi dan hasil pengukuran langsung dengan menggunakan VNA(vector network analyzer).

Diharapkan dari penelitian tugas akhir ini dapat mengetahui nilai pengukuran permitivitas dielektrik dari 4 bahan diatas dengan menggunakan frekuensi kerja 2,45 GHz, sehingga dapat diimplementasikan pada bidang kesehatan ataupun bahan yang diuji dapat dimodifikasi sedemikian rupa menjadi alat atau device yang sesuai kebutuhan.

Contoh 9

Latar Belakang

Sifat khusus dari material ferroelektrik adalah sifat dielektrik, pieroelektrik dan piezoelektrik. Pemanfaatan material ferrolektrik dilakukan berdasarakan masing-masing sifat-sifat tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pemanfaatan material ferroelektrik berdasarkan sifat dielektriknya. Material ferrolektrik dapat difabrikasi sesuai kebutuhan serta mudah diintegrasikan dalam bentuk divais. Aplikasi divais berdasarkan sifat histerisis dan konstanta dielektrik yang tinggi adalah pada memori Dynamic Random Access Memory (DRAM) [1].

Material ferroelektrik yang mempunyai perpaduan sifat paling menarik untuk aplikasi memori adalah Barium Stronsium Titanat. Material BST mempunyai konstanta dielektrik yang tinggi, loss dielektrik rendah, densitas kebocoran arus rendah. Konstanta dielektrik yang tinggi akan meningkatkan kapasitansi muatan lebih tinggi sehingga penyimpanan muatan juga lebih banyak [1]. Pembuatan BST dapat dilakukan beberapa cara diantaranya Metalorganic Chemical Vapor Deposition (MOCVD) [2], Pulsed Laser Deposition (PLD) [3], Magnetron Sputtering [4], serta Chemical Solution Deposition atau metode sol gel dan metode reaksi fasa padat (solid state reaction) [5].

Contoh 10

Latar Belakang

Observasi merupakan hal yang penting khususnya dalam bidang pendidikan untuk mengetahui cara mengajar yang baik bagi para guru di setiap sekolah. Dalam hal ini, saya pun melakukan kegiatan observasi pada SD Ningrat 1-3 Bandung dalam memenuhi tugas laporan observasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru saat mengajar di dalam kelas.

Dengan adanya kegiatan observasi ini diharapkan kita dapat mengetahui bagaimana cara guru mengajar dan mendidik para siswanya. Kita juga bisa memilih cara apa saja yang nantinya akan kita terapkan pada anak didik kita kelak dan cara apa yang sebaiknya tidak digunakan. Di SD Ningrat, saya melakukan beberapa peninjauan dan mencari informasi tentang kegiatan belajar mengajar.

Sekolah merupakan sebuah lembaga yang dirancang khusus untuk mengajar para siswa oleh para guru. Pendidikan dasar di sekolah menjadi hal terpenting untuk membuat anak didik berkualitas. Setelah melakukan observasi di SD Ningrat, saya menjadi tahu tentang pembelajaran dimata pelajaran bahasa Indonesia yang ternyata masih rendah dan hal inilah yang harus diperbaiki.

Rencana pembelajaran yang dilakukan oleh para guru disana ternyata belum sesuai dengan pelaksanaannya sehingga muncul beberapa kendala yang harus dihadapi oleh para guru saat mengajar bahasa Indonesia. Kemudian solusi yang ditawarkan kepada para guru tersebut adalah mengubah mekanisme guru dalam mengajar pelajaran bahasa Indonesia.

Setiap individu memiliki keunikan dan kemampuannya masing-masing yang jelas berbeda-beda. Ada yang cepat memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru, tetapi ada juga yang lambat. Bukan itu saja, karakteristik setiap siswa di sekolah tentu berbeda-beda, ada murid yang berprestasi namun ada juga yang sarat akan masalah yang dilakukan di sekolah.

Setelah observasi ini dilakukan, saya juga menjadi tahu bagaimana cara menghadapi para siswa yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Saya juga belajar memahami cara mengajar dari setiap guru yang mengajar di SD Ningrat sehingga suatu hari nanti bisa saya aplikasikan pada saat saya mulai mengajar di sekolah.

Contoh 11

Latar Belakang

Momen 17 Agustus merupakan momen yang paling dinanti, bagi seluruh warga Indonesia tak terkecuali warga Desa Cantiga. Sebab, pada tanggal ini kita memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk itulah, sudah sepatutnya kita bangga dan berbahagia menyambut hari bersejarah tersebut.

Selain ikut meramaikan, peringatan 17 Agustus pun bisa juga untuk menumbuhkan rasa cinta dan nasionalisme bagi bangsa. Sebab, pada hari ini kita diingatkan kembali akan kebaikan jasa para pahlawan yang bersatu tanpa pandang suku, ras, dan agama memperjuangkan kebebasan Indonesia.

Untuk itulah, sudah sewajarnya warga Desa Cantiga membuat acara untuk memeriahkan momen bahagia ini. Terlebih, setiap tahunnya warga Desa Cantiga memang aktif berpartisipasi membuat acara kemerdekaan.  

Acara yang digelar nantinya berupa upacara, gotong royong, dan lomba bagi anak-anak. Dengan berbagai acara ini, kita bisa saling mempererat persaudaraan, silahturahmi, dan nasionalisme sebagai upaya mengamalkan Pancasila. 

Demikian artikel mengenai pembahasan latar belakang beserta contohnya, semoga dapat bermanfaat.

Itulah tadi informasi mengenai 11 Contoh Latar Belakang Proposal, Laporan, Skripsi, Makalah oleh - tatasuryablog.xyz dan sekianlah artikel dari kami tatasuryablog.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

0 Komentar